Sabtu, 18 Oktober 2014

Jangan Takut, Anakku (Indonesian Version) oleh M. Christina Butler dan Caroline Pedler

Jauh di dalam rimbunnya hutan yang hijau, Ibu Harimau menjaga anak-anaknya yang masih kecil ketika mereka membuka mata. Anak-anak harimau tumbuh semakin kuat siring berjalannya waktu. Kai kecil belajar cara menerkam... dan Amber belajar cara menyerang tiba-tiba! Setiap malam, anak-anak harimau menyusup ke pelukan ibunya yang lembut dan aman. Dan mereka tidur diiringi suara dengkuran sang ibu. Pada suaru malam, Ibu Harimau pergi berburu. "Tunggu di sini, anak-anakku," katanya. Ketika Ibu Harimau sudah pergi, malam terasa lebih menakutkan, gelap, dan penuh dengan suara-suara aneh. Anak-anak harimau menunggu dan menunggu. "Ibu akan pulang sebentar lagi," kata Amber. Tapi, tetap saja Ibu Harimau belum kembali. "aku sungguh berharap Ibu segera datang," rengek Kai. Amber menatap ke kegelapan malam dengan khawatir. "ayo kita pergi dan mencari ibu," katanya. Anak-anak harimau melangkah menelusuri jalan kecil yang diterangi cahaya bulan yang keperakan. Bayangan-bayangan hitam dan gelap mengikuti setiap langkah mereka di antara pepohonan. Lalu, dari belakang mereka, terdengar suara. KRESEKK! KRAKK! WUSH! "Suara apa itu?" tanya Amber terengah-engah. "Aku- Aku tak tahu," bisik Kai. "apakah itu buaya?" Mereka menatap ke kegelapan dengan mata terbuka lebar saat suara tadi semakin mendekat. KRESEKK! KRAKK! WUSH! "Lari!" geram Amber. "Lari secepat mungkin!" Mereka berlari secepatnya di antara rerumputan, melompat dan menerjang apa pun. "BERHENTI!" tiba-tiba Kai berteriak. Di depan mereka sungai mengalir deras dan dalam. Anak-anak harimau tidak bisa pergi lebih jauh dan suara itu semakin mendekat! Mereka berbalik arah dan berjalan bersama dengan telinga direndahkan dan kepala menunduk. "Kami tidak takut padamu!" mereka mengaum dengan suara sekeras dan sebuas mungkin. "Walaupun kamu buaya!" Rerumputan bergoyang dan bergemerisik, kemudian keluarlah... ... Ibu Harimau! "Kami kira Ibu meninggalkan kami!" Amber dan Kai berteriak sambil melompat ke arah sang ibu. Ibu Harimau mengelus-elus anak-anaknya. "Kalian tahu kan Ibu pasti kembali," hiburnya. "Ibu tak pernha pergi jauh," Jauh di dalam rimbunnya hutan yang hijau, Ibu Harimau dan anak-anaknya berpelukan. "Lagipula aku tidak takut pada busya" Kai berkata pada ibunya dengan berani. "Kalau kamu, Amber?" Tapi Amber sudah tertidur pulas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar